Laman

Rabu, 15 Maret 2017

4 PEGAWAI INSPEKTORAT KABUPATEN OGAN ILIR IKUTI DIKLAT AUDIT INVESTIGATIF DI MAKASAR

MAKASAR Bertempat di Kantor  Pengelolaan Diklat BPKP Makassar, Senin 13 Maret 2017, sebagak 4 orang ASN pada Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Audit Investigatif di BPKP Perwakilan Sulawesi Selatan. Ke-4 orang ASN yang mengikuti Diklat tersebut adalah : 1) Ade Mahendra, S.Si, M.Si, 2) Untung Suharyono, ST, MAP, 3) Fitri Sari, S.IP, dan 4) M. Rasyid, A.Md.
Kepala Perwakilan BPKP Sul Sel yang diwakili Purwo Utomo  membuka Diklat Audit Investigatif dan Diklat Pembentukan Audtor Ahli  didampingi Korwas P3A Iman Setyadi sebagai penanggung jawab, dan Kabag Tata Usaha Sutisno sebagai ketua panitia penyelenggaraan Diklat, dan para pengajar, Peserta Diklat adalah APIP Inspektorat Provinsi /Kabupaten /Kota se-provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Jambi, dan Sumatera Selatan, serta Instansi terkait dengan pengawasan. Jumlah peserta Diklat  69 orang yang terbagi atas dua kelas. Diklat Audit Investigatif  30 orang, dan Diklat pembentukan Auditor Ahli 39 orang.Diklat  Audit Investigatif akan berlangsung  (5 hari)  dari tanggal 13 s.d 17 Maret 2017, sedangkan Diklat Pembentukan Auditor Ahli berlangsung dari tanggl  13 Maret s.d 04 April 2017. (20 hari). Diklat tersebut dibuka secara resmi dengan ketukan palu dan penyamatan tanda peserta  diklat  oleh    Purwo Utomo yang mewakili Kaper, dan Iman Setyadi Korwas P3A selaku penanggung jawab diklat disaksikan Kabag Tata Usaha Sutisno sebagai Ketua Panita penyelenggara Diklat.Dalam Sambutannya mewakili Kepala Perwakilan Korwas Investigasi 1 Purwo Utomo menyampaikan bahwa pembangunan yang semakin pesat dan alokasi anggaran yang semakin besar, mau tidak mau memerlukan fungsi pengawasan yang memadai. Dengan adanya Diklat Pembentukan Auditor Ahli diharapkan dapat meningkatkan kemampuan auditor dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Pesatnya pembangunan dan besarnya dana, risiko dari keadaan tersebut adalah adanya kebocoran anggaran ataupun kecurangan. Dengan adanya Diklat Audit Investigatif diharapkan dapat menangani kasus-kasus yang terjadi dengan baik, demikian Purwo Utomo mengakhiri sambutannya.