Laman

Jumat, 17 Maret 2017

MENDAGRI MINTA DAERAH TERAPKAN E-BUDGETING

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Tjahjo Kumolo mengimbau daerah untuk menerapkan sistem perencanaan anggaran berbasis elektronik atau biasa disebut e-budgeting. Hal ini lantaran dengan e-budgeting dinilai mampu menciptakan pemerintahan yang terbuka dan transparan.
Beberapa daerah yang telah menerapkan e-budgeting yakni Surabaya, Bandung, Surabaya, Bantaeng, Yogyakarta, dan Banyuwangi. Dia menyebutkan daerah-daerah tersebut dapat dijadikan  contoh atau role model penerapan e-budgeting.
“Nah, inilah yang diimbau bahwa kepala daerah didukung SKPD, ke dalamnya meningkatkan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia. Model macam e-budgeting, e-catalog, harus ada,” kata dia.
Mendagri berharap penerapan e-budgeting di daerah bertambah sehingga yang namanya tidak ada lagi kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.
“Dengan e budgetting yang bisa dikerjakan dengan baik akan mengurangi indeks kerawanan korupsi,” ungkap Mendagri Tjahjo.
Terkait dengan pelaksanaan program di daerah, Mendagri mengimbau untuk tetap fokus. Jika daerah fokus melaksanakan program maka masyarakat akan merasakan manfaatnya.
“Fokus jangan terlalu banyak, fokus bisa dua. Misalnya, provinsi saya provinsi pariwisata, fokus disana, maka yang diperkuat adalah industri pariwisata, itu aja,” ujar dia.