Laman

Senin, 10 April 2017

PENGENDALIAN ARUS SUNGAI KELEKAR DAN SUNGAI OGAN DI INDRLAYA PERLU DILAKUKAN

INDRALAYA - Berbagai program pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi kehidupan masyarakat sangat diperlukan, oleh karena itu Pemerintah Kab Ogan Ilir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab Ogan Ilir tahun 2017 akan melakukan pengerukan sungai kelekar mulai Indralaya hingga Pemulutan Barat. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PUPR Ir. H. Muhsin, MM beberapa waktu yang lalu terkait dengan terhambatnya arus aliran sungai Kelekar Indralaya dan Sungai Ogan. Dinas PUPR telah merencanakan pengendalian dengan pengerukan sungai Ogan mulai dari Talang Balai hingga Indralaya yang sudah sangat dangkal yang sangat mengganggu arus lalu lintas dan kebutuhan air di daerah aliran sungai tersebut. Pengendalian dan pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan progra pembangunan harus dilakukan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh warga dengan baik, demikian diungkapkan Inspektur Inspektorat Kab Ogan Ilir H. Maulana, MM. menanggapi pelaksanaan program pembangunan fisik di Kab Ogan Ilir. Inspektorat Kab Ogan Ilir secara reguler dan insidentil terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan kepada seluruh OPD dan kecamatan. Muhsin Abdullah Kadin PUPR mengatakan : “Ya, sekarang kualitas air sungai sudah menurun, belum lagi adanya aliran sampah dan limbah-limbah lainnya, untuk itu harus segera dinormalisasi,” ungkap Kadin PUPR, beberapa hari yang lalu.  

Ia menambahkan, pihaknya berencana akan melakukan normalisasi sungai dari Desa Talang Balai, Kecamatan Tanjung Raja hingga ke Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya.“Kita naikan debit air guna mengendalikan arus sungai dengan cara pengerukan sungai dari Talang Balai hingga Sakatiga. Dengan demikian, debit air akan naik dan aliran sungai akan lancar. Kita himbau juga warga jangan membuang sampah di sungai,” ungkapnya.H. Muhsin Abdullah, mengimbau kepada pemilik tongkang atau perahu lainnya untuk berhati-hati saat melintas di bawah jembatan.Menurutnya, hal itu harus diperhatikan mengingat sudah banyak tiang jembatan yang rusak akibat ditabrak ponton atau sejenisnya.“Di daerah Pemulutan bawah jembatan seperti di Talang Pangeran, yang dilewati ponton pernah tabrak tiang jembatan. Akibatkan putus pipa jembatan tersebut. Kalau roboh sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.Untuk itu, sambungnya, perlu ditertibkan lalulintas air agar tidak semraut dan membahayakan. “Perlu ditertibkan lalulintas air. Jika tidak ada izin pihak terkait harus tertibkan dan bila perlu ada petugas. Kita juga sudah pasang papan untuk hati-hati saat  melintas dibawah jembatan,” imbuhnya.